Tips Membangun First Impression Brand yang Memorable
Jika mendapatkan first impression yang buruk saat pertama kali bertemu seseorang, anda tentu tidak akan mau memberikan kesempatan untuk pertemuan kedua. Benar bukan? Tidak hanya dalam menjalin relasi, first impression juga penting dalam membentuk branding suatu brand.
Terlepas dari persoalan kualitas dan harga yang kompetitif, first impression yang baik akan berdampak pada repeat order. Dengan demikian, profit penjualan dijamin meningkat. Maka, dibutuhkan strategi yang matang untuk membangun first imprssion yang memorable. Berikut adalah beberapa tips yang bisa diterapkan, siap-siap banjir orderan!
Jangan Sekedar Viral
Di era perkembang sosial media dan industri berbasis digital seperti saat ini, banyak cara mudah untuk membuat suatu produk menjadi viral. Namun, viral saja belum cukup jika tidak diiringi dengan kualitas.
Sebagai contoh, pernahkah anda melihat promosi suatu produk makanan yang tampak begitu menggugah di sosial media? Visual yang menggugah dan cara sang influencer mengonsumsi makanan tanpa sadar mempengaruhi minat anda sehingga ingin ikut membali.
Namun, saat mencicipinya langsung anda tidak ada kepuasan yang anda rasakan. Yang ada justru rasa kecewa karena rasa tidak sesuai ekspektasi dan harga tidak sebanding dengan kualitas. Hal-hal semacam ini akan menurunkan kemungkinan pelanggan untuk repeat order.
Ciptakan SOP yang Terstruktur
SOP yang terstruktur ibarat rambu lalu lintas yang mengatur laju kendaraan di jalan raya. Jika rambu-rambu tersebut tidak ada, bisa dibayangkan betapa semrawutnya kondisi jalanan? Begitu jika anda ingin membangun first impression memuaskan untuk pelanggan yang berminat pada brand yang anda pasarkan.
SOP ini juga berlaku untuk memberikan kemudahan manajemen dalam mengatasi permasalahan. Misalnya saja di toko-toko online shop yang selalu memberlakukan syarat video unboxing jika pelanggan ingin mengajukan retur atau pengembalian.
Contoh lainnya yaitu SOP terstruktur saat mengadakan promod dan diskon. Ketentuan yang transparan harus dipaparkan secara jelas untuk menghindari misskomunikasi dengan pelanggan. Sebab di era digital saat ini, komentar buruk dan ujaran kebencian sangat mudah menjatuhkan brand and.
Berikan Service yang Memuaskan
Service yang memuaskan sepertinya sudah menjadi standart minimum dalam membangun first impression yang baik dengan pelanggan. Untuk bisnis offline, training secara berkala terhadap karyawan perlu diberlakukan untuk menciptakan SDM unggul yang mendukung perkembangan bisnis anda.
Bayangkan jika anda sedang pergi ke sebuah restoran mahal tidak hanya dalam keadaan lapar namun juga suasana hati yang buruk. Saat memilih resto tersebut, anda tentu mengharapkan service dan kualitas yang sebanding dengan harga. Namun apa tanggapan anda jika setibanya di sana, hal yang didapatkan adalah service yang buruk?
Bagi pelanggan yang pertama kali mengalami hal semacam ini tentunya tidak akan mau lagi datang untuk yang kedua kalinya. Bisa jadi, service yang buruk tadi menjadi tersebar luas dari satu mulut ke mulut lain. Hal ini tentu akan memberikan citra buruk terhadap resto tersebut. Sebagai pebisnis F&B anda tentunya tidak mau mengalami hal semacam ini bukan?
Tentukan Target Market
Ada banyak jenis produk yang dikembangkan di dunia bisnis. Baik itu produk elektronik, produk konveksi, dan hal lainnya. Pernahkah anda berpikir mengapa antara produk yang satu dengan yang lain mempunyai partokan harga yang berbeda meski jenisnya sama? Jawaban yang umum adalah hal tersebut adalah sesuatu yang wajar atas dasar kualitas.
Namun, jawaban yang berbeda akan diberikan oleh sekelompok orang yang tidak ingin mengeluarkan biaya lebih demi mendapatkan kualitas. Maka sudah jelas, menentukan target adalah hal penting dalam membangun first impression yang memorable.
First impression yang memorable juga dapat meningkatkan brand awareness. Hal-hal yang telah dijabarkan tadi dapat menjadi strategi mudah yang bisa diterapkan. Jadi, jangan sampai citra brand anda buruk karena first impression yang mengecewakan!