5 Mitos Pindahan Rumah, Fakta atau Hoax?
Mitos yang berbalut larangan terkadang kerap membuat kesal, bukan? Pasalnya, terkadang mitos tersebut terkesan tidak masuk akal. Terlebih jika disandingkan dengan pola pikir modern masyarakat masa kini. Misalnya saja mitos pindahan rumah.
Namun, jangan dulu anggap remeh! Karena bisa jadi, dibalik mitos tersebut terdapat sebuah petuah atau korelasi terhadap budaya yang telah mengakar di daerah tersebut. Lalu, kira-kira apa saja mitos-mitos tersebut? Berikut akan dipaparkan selengkapnya!
Tidak Boleh Pindah Saat Hamil
Pernah mendengar mitos larangan untuk pindah saat hamil? Hal ini dipercaya dapat mengundang hal buruk dan membahayakan kehamilan. Nyatanya, seorang ibu hamil memang tidak boleh melakukan aktivitas fisik yang berat dikarenakan kondisi tubuh yang sedang rentan.
Sementara, proses pindahan membutuhkan waktu dan tenaga ekstra. Namun tahukah anda? Sebenarnya hal tersebut dapat diatasi dengan menggunakan layanan professional berupa jasa pindahan rumah.
Tidak Boleh Pindah di Malam Hari
Sebagian besar masyarakat menyakini bahwa mitos berupa larangan pindah di malam hari merupakan aturan mutlak. Terlebih aktivitas pindahannya dilakukan saat magrib. Namun tahu kah anda? Mitos tersebut sebenarnya berkaitan dengan minimnya penerangan pada malam hari.
Sementara, saat magrib adalah waktu yang tepat untuk beribadah. Malam hari sebenarnya bukan waktu yang tepat untuk melakukan aktivitas berat seperti pindahan. Namun pilihan tetap ada di tangan anda selagi dapat menyesuaikan dengan kondisi fisik dan manajemen waktu.
Membawa Air Beras dan Bersih Untuk Keberuntungan
Mitos ini bersangkutan dengan Feng Shui, yaitu seni Tiongkok kuno tentang menata ruangan dengan tujuan mendatangkan seluruh hal baik pada penghubungi. Air beras dan bersih sendiri melambangkan keberuntungan dan kesejahteraan.
Menabur Garam Untuk Membersihkan Energi Negatif
Sama seperti air beras dan bersih, garam dipercaya dapat mendatangkan hal baik bagi seseorang yang pindah ke tempat hunian yang baru. Kegiatan menabur garam di tempat huni yang akan ditempati dipercaya dapat membersihkan energi negatif. Terlepas benar atau tidaknya, ada beberapa mitos yang dipercaya sekedar untuk menghargai budaya lokal yang telah mengakar dengan kuat.
Membuka Semua Pintu dan Jendela di Hari Pertama
Secara praktisi, membuka pintu dan jendela di hari pertama bertujuan untuk membiarkan sirkulasi udara yang segar agak masuk memenuhi ruangan. Membuka pintu dan jendela juga mempermudah masuknya sinar matahari untuk membersihkan energi negatif yang mungkin tertinggal. Sementara dalam tradisi Tionghoa, hal ini bertujuan agar energi baik (qi) dapat berbaur dengan energi di dalam rumah agar menciptakan suasana yang lebih positif.
Itulah beberapa mitos yang berkaitan dengan pindahan rumah. Dari penjabaran tersebut, sebenarnya mitos pindahan rumah yang ada lebih merujuk pada antisipasi terhadap hal buruk yang terjadi serta afirmasi positif saat akan menempati bangunan yang baru.
Solusi Pindahan Rumah yang Mudah dan Fleksibel
Terlepas dari mitos pindah rumah yang beredar, sebenarnya pindahan memang bukan hal mudah. Selain perencanaan yang matang, anda juga harus meluangkan waktu dan tenaga. Namun, ada solusi praktis jika anda ingin pindahan rumah menjadi lebih mudah. Yaitu dengan menggunakan layanan jasa pindahan rumah yang ada di Diallogistik.
Diallogistik merupakan perusahaan logistik dan cargo di Medan yang menyediakan layanan pindahan rumah. Layanan ini didukung dengan berbagai pilihan armada truk berkapasitas besar, tim professional, jasa pengepakan barang, serta tenaga bongkar muat. Jika anda kahwatir perihal keamanan barang dan perabot, anda dapat menggunakan asuransi pengiriman.
Jadi, apakah anda memilih percaya dan mengikutinya atau menganggap mitos pindahan rumah hanya sebuah opsional yang tidak harus dituruti?