15 Istilah dalam Pengiriman Via Laut
Pengiriman barang melalui jalur laut merupakan tulang punggung perdagangan domestik maupun internasional. Agar prosesnya berjalan lancar, pelaku logistik perlu memahami istilah-istilah teknis yang umum digunakan dalam pengiriman via laut. Berikut adalah 15 istilah penting dalam pengiriman laut beserta definisi dan penjelasan lengkapnya.
1. Container
Container adalah peti kemas standar internasional yang digunakan untuk mengangkut barang melalui laut, darat, dan kereta api. Container melindungi muatan dari cuaca, kerusakan, serta memudahkan proses bongkar muat.
Jenis umum container:
• 20 feet (20’)
• 40 feet (40’)
• High Cube (HC)
• Reefer (pendingin)
• Open Top & Flat Rack
2. FCL (Full Container Load)
FCL adalah metode pengiriman di mana satu container digunakan oleh satu pengirim saja. Seluruh kapasitas container diisi oleh barang milik satu pihak.
Keunggulan FCL:
• Lebih aman
• Waktu pengiriman lebih cepat
• Minim risiko kerusakan
3. LCL (Less Container Load)
LCL merupakan pengiriman di mana satu container diisi oleh barang dari beberapa pengirim. Metode ini cocok untuk pengiriman dengan volume kecil.
Karakteristik LCL:
• Biaya lebih hemat untuk muatan kecil
• Proses handling lebih banyak
• Waktu pengiriman relatif lebih lama
4. TEUs (Twenty-foot Equivalent Units)
TEUs adalah satuan standar untuk mengukur kapasitas muatan kapal dan pelabuhan.
• 1 TEU = 1 container 20 feet
• Container 40 feet = 2 TEUs
Istilah ini sering digunakan untuk menunjukkan kapasitas kapal atau terminal peti kemas.
5. Stuffing
Stuffing adalah proses memasukkan dan menata barang ke dalam container sebelum dikirim. Proses ini harus dilakukan dengan benar agar muatan aman selama pelayaran.
Stuffing dapat dilakukan di:
• Gudang pengirim
• Depo container
• Area pelabuhan
6. Stripping
Stripping adalah kebalikan dari stuffing, yaitu proses mengeluarkan barang dari container setelah tiba di tujuan.
Stripping biasanya dilakukan di:
• Gudang penerima
• Depo container
• Kawasan pelabuhan
7. Vessel
Vessel adalah kapal laut yang digunakan untuk mengangkut barang. Vessel dapat berupa kapal kontainer, kapal curah, tanker, maupun kapal Ro-Ro.
Fungsi utama vessel:
• Mengangkut muatan antar pelabuhan
• Menjadi sarana utama pengiriman via laut
8. Voyage
Voyage adalah satu kali perjalanan kapal dari pelabuhan asal ke pelabuhan tujuan. Setiap voyage memiliki nomor tersendiri untuk keperluan pelacakan dan administrasi pengiriman.
9. Port of Loading (POL)
Port of Loading atau POL adalah pelabuhan tempat barang dimuat ke dalam kapal. POL tercantum dalam dokumen pengiriman seperti Bill of Lading.
10. Port of Discharge (POD)
Port of Discharge atau POD adalah pelabuhan tujuan tempat barang dibongkar dari kapal. POD menandai berakhirnya proses pelayaran laut.
11. ETA (Estimated Time of Arrival)
ETA adalah perkiraan waktu kedatangan kapal di pelabuhan tujuan. Informasi ini penting untuk perencanaan bongkar muat dan distribusi lanjutan.
12. ETD (Estimated Time of Departure)
ETD merupakan perkiraan waktu keberangkatan kapal dari pelabuhan asal. ETD membantu pengirim dalam menyiapkan barang dan dokumen sebelum kapal berangkat.
13. Shipping Schedule
Shipping schedule adalah jadwal pelayaran kapal yang mencakup informasi rute, ETD, ETA, dan nama vessel. Jadwal ini biasanya dirilis oleh perusahaan pelayaran secara berkala.
14. Anchorage
Anchorage adalah area perairan tempat kapal berlabuh sementara sebelum masuk pelabuhan atau menunggu giliran sandar. Area ini penting untuk mengatur lalu lintas kapal di sekitar pelabuhan.
15. Freight Collect
Freight collect adalah istilah pembayaran ongkos kirim di mana biaya pengiriman dibayarkan oleh penerima barang di pelabuhan tujuan, bukan oleh pengirim.
Kebalikan dari freight collect adalah:
• Freight prepaid (dibayar di awal oleh pengirim)
Kesimpulan
Memahami istilah dalam pengiriman via laut sangat penting bagi pelaku usaha, eksportir, importir, maupun penyedia jasa logistik. Istilah seperti container, FCL, LCL, ETA, hingga freight collect sering muncul dalam dokumen dan proses operasional sehari-hari.
Dengan pemahaman yang baik, proses pengiriman menjadi lebih efisien, minim kesalahan, dan membantu kelancaran arus logistik dari pelabuhan asal hingga tujuan akhir.